Penduduk masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang pertautannya satu sama lain sangat berdekatan. Bermukimnya penduduk dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, memungkinkan untuk terbentuknya masyarakat di wilayah tersebut.
Penduduk, dalam pengertian luas diartikan sebagai kelompok organisme sejenis yang berkembang biak dalam suatu daerah tetentu. Penduduk dalam arti luas itu sering diistilahkan popuasi dan disini dapat meliputi populais hewan, tumbuhan dan juga manusia. Dalam kesempatan ini penduduk digunakan dalam pengertian orang-orang yang mendiami wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.
Adapun masyarakat adalah suatu kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Tekanannya disini terletak pada adanya pranata sosia, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial disini dimaksudkan sebagai perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.
Kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan selanjutnya
Senin, 15 November 2010
Jumat, 12 November 2010
Sosialisasi Remaja dalam Pergaulan
Perlu diketahui bahwa sosialisasi itu penting untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita. dan sudah sepatutnya para remaja di Indonesia bersosialisasi tanpa batas, selama masih dalam batasan yang wajar. tetapi banyak pula remaja yang menyimpang dari batas kewajaran alias "Pergaulan Bebas"
Kalian semua pasti sudah tau lah apa yang saya maksud dengan pergaulan bebas tersebut, tidak usah disebutkan lagi karena semua orang pun tahu apa saja yg tergolong dalam pergaulan bebas tersebut.
Masalahnya sekarang adalah bagaimana menghindari para remaja dari pergaulan bebas tetapi mereka tetap bisa bersosialisasi. itu memang agak sulit karena sebagian besar para remaja saat ini sudah terpengaruh dengan adanya pergaulan bebas.
Faktor pendukung untuk masalah ini adalah yang pertama pasti lingkungan dari keluarga, seperti orang tua yang seharusnya lebih protektif lagi terhadap anak-anak mereka yang sudah beranjak dewasa. karena perhatian dari orang tua adalah faktor terpenting bagi si anak untuk tidak terjerumus kedalam hal-hal negatif.
Faktor-faktor yg lain adalah lingkungan tempat tinggal, teman-teman sebayanya, lingkungan sekolahnya dan masih banyak lagi. faktor tersebutlah yang dapat mengarahkan seorang remaja dalam hal bersosialisasi. eits ada faktor yang ketinggalan nih. Faktor Agama lebih penting lagi pengaruhnya untuk membuat sugesti si remaja akan takutnya kepada Tuhan YME jika dia melakukan hal-hal buruk diluar sana (pergaulan bebas)
Pada intinya semua itu pun tergantung dari masing-masing orangnya. jika semua faktor telah mendukung dalam hal sosialisasi sewajarnya tapi dalam dirinya tetap ingin mencoba hal-hal negatif itu ya susah untuk di hindarkan.
Anak jaman sekarang memang selalu ingin mencoba hal-hal baru, bagus sih tetapi hal-hal baru itu kan bisa kita golongkan ke dalam sisi positifnya saja. kalau hal-hal yang tergolong negatif sih itu tergantung manusianya. Intinya, bagaimana setiap remaja menyikapi sosialisasi dalam pergaulan tersebut.
Buat para remaja yang sekarang masih sangat labil, lebih baik berfikir dahulu sebelum mencoba hal-hal yang kalian ingin tahu. daripada kalian terjerumus dan pastinya merugikan diri kalian masing-masing. okay!
Kalian semua pasti sudah tau lah apa yang saya maksud dengan pergaulan bebas tersebut, tidak usah disebutkan lagi karena semua orang pun tahu apa saja yg tergolong dalam pergaulan bebas tersebut.
Masalahnya sekarang adalah bagaimana menghindari para remaja dari pergaulan bebas tetapi mereka tetap bisa bersosialisasi. itu memang agak sulit karena sebagian besar para remaja saat ini sudah terpengaruh dengan adanya pergaulan bebas.
Faktor pendukung untuk masalah ini adalah yang pertama pasti lingkungan dari keluarga, seperti orang tua yang seharusnya lebih protektif lagi terhadap anak-anak mereka yang sudah beranjak dewasa. karena perhatian dari orang tua adalah faktor terpenting bagi si anak untuk tidak terjerumus kedalam hal-hal negatif.
Faktor-faktor yg lain adalah lingkungan tempat tinggal, teman-teman sebayanya, lingkungan sekolahnya dan masih banyak lagi. faktor tersebutlah yang dapat mengarahkan seorang remaja dalam hal bersosialisasi. eits ada faktor yang ketinggalan nih. Faktor Agama lebih penting lagi pengaruhnya untuk membuat sugesti si remaja akan takutnya kepada Tuhan YME jika dia melakukan hal-hal buruk diluar sana (pergaulan bebas)
Pada intinya semua itu pun tergantung dari masing-masing orangnya. jika semua faktor telah mendukung dalam hal sosialisasi sewajarnya tapi dalam dirinya tetap ingin mencoba hal-hal negatif itu ya susah untuk di hindarkan.
Anak jaman sekarang memang selalu ingin mencoba hal-hal baru, bagus sih tetapi hal-hal baru itu kan bisa kita golongkan ke dalam sisi positifnya saja. kalau hal-hal yang tergolong negatif sih itu tergantung manusianya. Intinya, bagaimana setiap remaja menyikapi sosialisasi dalam pergaulan tersebut.
Buat para remaja yang sekarang masih sangat labil, lebih baik berfikir dahulu sebelum mencoba hal-hal yang kalian ingin tahu. daripada kalian terjerumus dan pastinya merugikan diri kalian masing-masing. okay!
Kamis, 04 November 2010
AGAMA DAN MASYARAKAT
Agama, dan kepercayaan-kepercayaan serta praktek-prakteknya selalu di sangkut pautkan dengan masyarakat dan aspek-aspek sosiologisnya. Dan pada saat ini senantiasa ditemukan dalam setiap masyarakat manusia.
Dilihat dari sudut pandang sosiologis, perhatian utama terhadap agama adalah pada fungsinya terhadap masyarakat. Fungsi itu sendiri menunjuk pada sumbangan yg diberikan agama atau lembaga-lembaga yang lain.
Fungsi agama dalam masyarakat disimpulkan oleh Emile Durkheim sebagai berikut “sarana-sarana keagamaan adalah lambang-lambang masyarakat, kesakralan bersumber pada kekuatan yang dinyatakan berlaku oleh masyarakat secara keseluruhan bagi setiap anggotanya, dan fungsinya adalah mempertahankan dan memperkuat rasa solidaritas dan kewajiban social.”
Agama adalah sumber tatanan masyarakat dan perdamaian batin setiap individu, tentunya juga sebagai sebagai sesuatu yang memuliakan dan yang membuat manusia beradab. Dan dalam sejarah, lembaga keagamaan menunjukan bahwa agama merupakan bentuk asosiasi manusia yang paling mungkin untuk terus bertahan.
Para sosiolog cenderung untuk memperhatikan paling sedikit 4 kelompok lembaga-lembaga yang penting (yang dapat dijabarkan ke dalam kategori-kategori yang lebih kecil dan khusus), yakni:
1. Lembaga-lembaga politik yang ruang lingkupnya adalah penerapan kekuasaan dan monopoli pada penggunaan kekuasaan secara sah.
2. Lembaga-lembaga ekonomi yang mencakup produksi dan distribusi barang dan jasa.
3. Lembaga-lembaga integrative-ekspresif.
4. Lembaga-lembaga kekerabatan mencakup kaedah-kaedah yang mengatur hubungan seksual serta pengarahan terhadap golongan muda.
Dalam kenyataannya setiap lembaga berpartisipasi dan memberikan kontribusi dengan cara-cara tertentu pada kehidupan masyarakat setempat atau bisa disebut community. Secara teologis maupun sosiologis, agama dapat dipandang sebagai instrument untuk memahami dunia dan perbincangan mengenai agama tidak akan pernah usai seiring dengan perkembangan masyarakat itu sendiri.
Dan dapat dipahami bahwa dimanapun suatu agama berada, ia diharapkan dapat memberi panduan nilai bagi seluruh diskursus kegiatan manusia, baik yang bersifat sosial-budaya, ekonomi maupun politik.
Dilihat dari sudut pandang sosiologis, perhatian utama terhadap agama adalah pada fungsinya terhadap masyarakat. Fungsi itu sendiri menunjuk pada sumbangan yg diberikan agama atau lembaga-lembaga yang lain.
Fungsi agama dalam masyarakat disimpulkan oleh Emile Durkheim sebagai berikut “sarana-sarana keagamaan adalah lambang-lambang masyarakat, kesakralan bersumber pada kekuatan yang dinyatakan berlaku oleh masyarakat secara keseluruhan bagi setiap anggotanya, dan fungsinya adalah mempertahankan dan memperkuat rasa solidaritas dan kewajiban social.”
Agama adalah sumber tatanan masyarakat dan perdamaian batin setiap individu, tentunya juga sebagai sebagai sesuatu yang memuliakan dan yang membuat manusia beradab. Dan dalam sejarah, lembaga keagamaan menunjukan bahwa agama merupakan bentuk asosiasi manusia yang paling mungkin untuk terus bertahan.
Para sosiolog cenderung untuk memperhatikan paling sedikit 4 kelompok lembaga-lembaga yang penting (yang dapat dijabarkan ke dalam kategori-kategori yang lebih kecil dan khusus), yakni:
1. Lembaga-lembaga politik yang ruang lingkupnya adalah penerapan kekuasaan dan monopoli pada penggunaan kekuasaan secara sah.
2. Lembaga-lembaga ekonomi yang mencakup produksi dan distribusi barang dan jasa.
3. Lembaga-lembaga integrative-ekspresif.
4. Lembaga-lembaga kekerabatan mencakup kaedah-kaedah yang mengatur hubungan seksual serta pengarahan terhadap golongan muda.
Dalam kenyataannya setiap lembaga berpartisipasi dan memberikan kontribusi dengan cara-cara tertentu pada kehidupan masyarakat setempat atau bisa disebut community. Secara teologis maupun sosiologis, agama dapat dipandang sebagai instrument untuk memahami dunia dan perbincangan mengenai agama tidak akan pernah usai seiring dengan perkembangan masyarakat itu sendiri.
Dan dapat dipahami bahwa dimanapun suatu agama berada, ia diharapkan dapat memberi panduan nilai bagi seluruh diskursus kegiatan manusia, baik yang bersifat sosial-budaya, ekonomi maupun politik.
PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT KOTA
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan.
Perbedaan desa dan kota:
1. jumlah dan kepadatan penduduk
sungguh jauh berbeda ketika kita melihat kepadatan penduduk kota dan desa. Bandingkan bila kita pergi ke suatu pedesaan, dengan kita pergi ke kota. Contoh halnya saja di jakarta, perbedaan yang sangat jauh ketika kita memasuki desa terpencil yang mayoritas penduduknya tidak terlalu banyak melakukan aktifitas seperti yang ada di kota-kota besar. Sensus Penduduk 2000 menunjukkan bahwa jumlah penduduk perkotaan di Indonesia telah mencapai lebih dari 85 juta jiwa, dengan laju kenaikan sebesar 4,40 persen per tahun selama kurun 1990-2000. Jumlah itu kira-kira hampir 42 persen dari total jumlah penduduk.
2. lingkungan hidup
Lingkungan hidup yang jauh berbeda di kota dan di desa, begitu asri ketika kita memasuki kawasan pedesaan. Pohon yang menjulang, udara yang sejuk, dan lain-lain. Lain hal nya ketika kita berada ditengah-tengah kepadatan kota jakarta yang penuh dengan polusi, asap kendaraan, asap rokok, kemacetan, pohon-pohon pun sekarang sudah berubah menjadi gedung-gedung menjulang tinggi.
3. mata pencaharian
Mata pencaharian di desa dan di kota jelas jauh berbeda, perbedaannya bisa jelas kita lihat. Kalau di kota, mata pencahariannya sudah bisa memenuhi perekonomian sedangkan di desa, mata pencaharian mereka hanya sebagai petani, seorang nelayan, paling maksimal adalah menjadi usaha perkebunan. Karna bagi sebagian penduduk desa, pencaharian itulah yang lebih pantas karena sesuai dengan iklim disana. Kalau kita berkebun dijakarta tidak akan bisa, karena iklim di jakarta sangat jauh berbeda, udaranya pun sudah terkontaminasi dengan polusi dan asap kendaraan yang bertebangan dimana-mana.
4. corak kehidupan sosial
5. stratifikasi sosial
6. mobilitas sosial
7. pola interaksi sosial
8. solidaritas sosial
9. 9. kedudukan dalam hierarki administrasi nasional
Itulah sedikit pembahasan mengenai perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
Perbedaan desa dan kota:
1. jumlah dan kepadatan penduduk
sungguh jauh berbeda ketika kita melihat kepadatan penduduk kota dan desa. Bandingkan bila kita pergi ke suatu pedesaan, dengan kita pergi ke kota. Contoh halnya saja di jakarta, perbedaan yang sangat jauh ketika kita memasuki desa terpencil yang mayoritas penduduknya tidak terlalu banyak melakukan aktifitas seperti yang ada di kota-kota besar. Sensus Penduduk 2000 menunjukkan bahwa jumlah penduduk perkotaan di Indonesia telah mencapai lebih dari 85 juta jiwa, dengan laju kenaikan sebesar 4,40 persen per tahun selama kurun 1990-2000. Jumlah itu kira-kira hampir 42 persen dari total jumlah penduduk.
2. lingkungan hidup
Lingkungan hidup yang jauh berbeda di kota dan di desa, begitu asri ketika kita memasuki kawasan pedesaan. Pohon yang menjulang, udara yang sejuk, dan lain-lain. Lain hal nya ketika kita berada ditengah-tengah kepadatan kota jakarta yang penuh dengan polusi, asap kendaraan, asap rokok, kemacetan, pohon-pohon pun sekarang sudah berubah menjadi gedung-gedung menjulang tinggi.
3. mata pencaharian
Mata pencaharian di desa dan di kota jelas jauh berbeda, perbedaannya bisa jelas kita lihat. Kalau di kota, mata pencahariannya sudah bisa memenuhi perekonomian sedangkan di desa, mata pencaharian mereka hanya sebagai petani, seorang nelayan, paling maksimal adalah menjadi usaha perkebunan. Karna bagi sebagian penduduk desa, pencaharian itulah yang lebih pantas karena sesuai dengan iklim disana. Kalau kita berkebun dijakarta tidak akan bisa, karena iklim di jakarta sangat jauh berbeda, udaranya pun sudah terkontaminasi dengan polusi dan asap kendaraan yang bertebangan dimana-mana.
4. corak kehidupan sosial
5. stratifikasi sosial
6. mobilitas sosial
7. pola interaksi sosial
8. solidaritas sosial
9. 9. kedudukan dalam hierarki administrasi nasional
Itulah sedikit pembahasan mengenai perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
PELAPISAN SOSIAL MASYARAKAT DAN PERBEDAAN DERAJAT
Dalam masyarakat dimanapun di dunia, akan selalu dijumpai keadaan yang bervariasi, keadaan yang tidak sama. Satu hal yang tidak dapat kita sangkal adalah bahwa keadaan di dunia selalu bergerak dinamis.
masyarakat adalah sekumpulan manusia yang hidup bersama, bercampur untuk waktu yang cukup lama, sadar bahwa mereka adalah suatu kesatuan dimana mereka merupakan sistem hidup bersama. contoh unit masyarakat terkecil itu adalah Ayah, Ibu, dan anak-anak mereka.
Diatas itu adalah sedikit definisi mengenai masyarakat, dan yang akan saya bahas disini adalah Pelapisan Sosial Masyarakat dan Kesamaan Derajatnya. di dunia ini setiap manusia berbeda-beda, mulai dari budaya, ras, suku, bahasa, agama, dan masih banyak lagi struktur yang membedakan antara manusia yang satu dengan yang lainnya.
Kalau masalah kesamaan derajat, di dalam agama setiap manusia memiliki derajat yang sama. akan tetapi di dalam kehidupan masyarakat derajat dibedakan dengan statusnya. contohnya antara Manager sebuah perusahaan dengan karyawan atau staffnya, atau pembantu dengan majikannya itu juga termasuk perbedaan derajat yang sudah sangat mendarah daging dalam kehidupan masyarakat di Indonesia ini.
Bicara tentang perbedaan derajat antara majikan dan pembantu sering kali disalahgunakan oleh sebagian masyarakat yang merasa derajatnya paling tinngi. bukan hanya di negara Indonesia saja, tetapi di negara tetangga seperti Malaysia hal seperti itu sudah tidak asing lagi bahkan sering kali terjadi TKI yang bekerja sebegai "Pembantu" di perlakukan semena-mena sampai disiksa tanpa pikir panjang dan hati nurani sebagai manusia.
Di Indonesia sudah sering sekali terjadi hal-hal seperti itu, banyak dari mereka yang tergiur dengan upah yang besar menjadi TKI tapi ereka tidak befikir bagaimana bahayanya tinggal di negri orang yang jelas-jelas tidak paham betul siapa dan apa saja yang menjadi peraturan dan perundang-undangan di negara tersebut.
Jangankan mereka, kita saja yang istilahnya lulusan S1 atau apa pun itu belum begitu paham bagaimana kehidupan disana, apalagi mereka yang setidaknya kurang pendidikan mengenai hal itu. inilah yag selalu menjadi masalah di Negara kita, selain perbedaan derajat dan lapisan sosial masyarakatnya, negara Indonesia juga sangat minim dengan pendidikannya.
Bahkan tidak jarang, setiap orang yang kehidupannya "miskin" selalu tidak punya pendidikan yang layak. sebaliknya, di Indonesia justru yang "Kaya" lah yang di nomer satukan, karna derajat mereka lebih tinggi daripada orang-orang miskin yang hanya menjadi pengamen jalanan, pengemis, pemulung, dan masih banyak lagi contoh-contoh mengenai hal itu.
Penyelesaian hal seperti ini memang sangat rumit, karna kehidupan miskin di Indonesia sudah merajalela. mengaturnya pun sudah sangat rumit, karna pemukiman kumuh sudah sangat banyak di negara kita ini. solusi pertamanya adalah pemerintah, dan yang kedua adalah masyarakatnya, yang ketiga adalah dari masing-masing manusianya untuk berubah lebih baik demi negara dan bangsa Indonesia.
masyarakat adalah sekumpulan manusia yang hidup bersama, bercampur untuk waktu yang cukup lama, sadar bahwa mereka adalah suatu kesatuan dimana mereka merupakan sistem hidup bersama. contoh unit masyarakat terkecil itu adalah Ayah, Ibu, dan anak-anak mereka.
Diatas itu adalah sedikit definisi mengenai masyarakat, dan yang akan saya bahas disini adalah Pelapisan Sosial Masyarakat dan Kesamaan Derajatnya. di dunia ini setiap manusia berbeda-beda, mulai dari budaya, ras, suku, bahasa, agama, dan masih banyak lagi struktur yang membedakan antara manusia yang satu dengan yang lainnya.
Kalau masalah kesamaan derajat, di dalam agama setiap manusia memiliki derajat yang sama. akan tetapi di dalam kehidupan masyarakat derajat dibedakan dengan statusnya. contohnya antara Manager sebuah perusahaan dengan karyawan atau staffnya, atau pembantu dengan majikannya itu juga termasuk perbedaan derajat yang sudah sangat mendarah daging dalam kehidupan masyarakat di Indonesia ini.
Bicara tentang perbedaan derajat antara majikan dan pembantu sering kali disalahgunakan oleh sebagian masyarakat yang merasa derajatnya paling tinngi. bukan hanya di negara Indonesia saja, tetapi di negara tetangga seperti Malaysia hal seperti itu sudah tidak asing lagi bahkan sering kali terjadi TKI yang bekerja sebegai "Pembantu" di perlakukan semena-mena sampai disiksa tanpa pikir panjang dan hati nurani sebagai manusia.
Di Indonesia sudah sering sekali terjadi hal-hal seperti itu, banyak dari mereka yang tergiur dengan upah yang besar menjadi TKI tapi ereka tidak befikir bagaimana bahayanya tinggal di negri orang yang jelas-jelas tidak paham betul siapa dan apa saja yang menjadi peraturan dan perundang-undangan di negara tersebut.
Jangankan mereka, kita saja yang istilahnya lulusan S1 atau apa pun itu belum begitu paham bagaimana kehidupan disana, apalagi mereka yang setidaknya kurang pendidikan mengenai hal itu. inilah yag selalu menjadi masalah di Negara kita, selain perbedaan derajat dan lapisan sosial masyarakatnya, negara Indonesia juga sangat minim dengan pendidikannya.
Bahkan tidak jarang, setiap orang yang kehidupannya "miskin" selalu tidak punya pendidikan yang layak. sebaliknya, di Indonesia justru yang "Kaya" lah yang di nomer satukan, karna derajat mereka lebih tinggi daripada orang-orang miskin yang hanya menjadi pengamen jalanan, pengemis, pemulung, dan masih banyak lagi contoh-contoh mengenai hal itu.
Penyelesaian hal seperti ini memang sangat rumit, karna kehidupan miskin di Indonesia sudah merajalela. mengaturnya pun sudah sangat rumit, karna pemukiman kumuh sudah sangat banyak di negara kita ini. solusi pertamanya adalah pemerintah, dan yang kedua adalah masyarakatnya, yang ketiga adalah dari masing-masing manusianya untuk berubah lebih baik demi negara dan bangsa Indonesia.
Kewajiban Bela Negara Bagi Semua Warga Negara Indonesia - Pertahanan Dan Pembelaan Negara
Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus: negara) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara.
Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 30 tertulis bahwa "Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara." dan " Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang." Jadi sudah pasti mau tidak mau kita wajib ikut serta dalam membela negara dari segala macam ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam.
Sebagai warga negara yang baik sudah sepantasnya kita turut serta dalam bela negara dengan mewaspadai dan mengatasi berbagai macam ATHG / ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan pada NKRI / Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti para pahlawan yang rela berkorban demi kedaulatan dan kesatuan NKRI.
Beberapa jenis / macam ancaman dan gangguan pertahanan dan keamanan negara :
1. Terorisme Internasional dan Nasional.
2. Aksi kekerasan yang berbau SARA.
3. Pelanggaran wilayah negara baik di darat, laut, udara dan luar angkasa.
4. Gerakan separatis pemisahan diri membuat negara baru.
5. Kejahatan dan gangguan lintas negara.
6. Pengrusakan lingkungan.
Adapun fungsi dari Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Indonesia:
• Perlindungan hak Warga Negara Indonesia (WNI} dan Badan Hukum Indonesia (BHI)
• Bantuan hukum di bidang perdata dan pidana serta bidang ketenagakerjaan
• Penanganan permohonan perlindungan WNI dan BHI di luar negeri
• Konsultasi perlindungan WNI dan BHI di luar negeri
• Pendampingan WNI bermasalah
• Penyampaian informasi perkembangan kasus WNI dan BHI
• Perbantuan pemulangan WNI bermasalah ke daerah asal
• Perbantuan pemulangan jenazah WNI ke daerah asal.
Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 30 tertulis bahwa "Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara." dan " Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang." Jadi sudah pasti mau tidak mau kita wajib ikut serta dalam membela negara dari segala macam ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam.
Sebagai warga negara yang baik sudah sepantasnya kita turut serta dalam bela negara dengan mewaspadai dan mengatasi berbagai macam ATHG / ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan pada NKRI / Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti para pahlawan yang rela berkorban demi kedaulatan dan kesatuan NKRI.
Beberapa jenis / macam ancaman dan gangguan pertahanan dan keamanan negara :
1. Terorisme Internasional dan Nasional.
2. Aksi kekerasan yang berbau SARA.
3. Pelanggaran wilayah negara baik di darat, laut, udara dan luar angkasa.
4. Gerakan separatis pemisahan diri membuat negara baru.
5. Kejahatan dan gangguan lintas negara.
6. Pengrusakan lingkungan.
Adapun fungsi dari Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Indonesia:
• Perlindungan hak Warga Negara Indonesia (WNI} dan Badan Hukum Indonesia (BHI)
• Bantuan hukum di bidang perdata dan pidana serta bidang ketenagakerjaan
• Penanganan permohonan perlindungan WNI dan BHI di luar negeri
• Konsultasi perlindungan WNI dan BHI di luar negeri
• Pendampingan WNI bermasalah
• Penyampaian informasi perkembangan kasus WNI dan BHI
• Perbantuan pemulangan WNI bermasalah ke daerah asal
• Perbantuan pemulangan jenazah WNI ke daerah asal.
GENERASI MUDA MASA DEPAN BANGSA
Pemuda adalah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di Indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.
Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai mahluk moral, mahluk sosial. Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi. Sebagai mahluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan pandangan hidup yang di anut masyarakat. Sebagai makhluk individual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai ras tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap Tuhan Yang maha Esa.
Pemuda juga berkaitan dengan sosialisasi, Melalui proses sosialisasi, seorang pemuda akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan dmeikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya.
Akan tetapi, Generasi pemuda sekarang lebih cenderung bersosialisasi dengan hal-hal yang berbau negative. Contohnya seperti merokok, meminum-minuman keras, narkoba, dan masih banyak lagi. Apa yang akan terjadi kepada bangsa jika sebagian besar Pemuda Generasi penerus bangsa tumbuh dengan social yg sangat negative? Sungguh itu bukan hal yang diharapkan Bangsa kita. Yang sangat dibutuhkan oleh bangsa kita adalah perilaku Pemuda Generasi Penerus Bangsa yang dapat membawa Bangsa kita kepada Kesuksesan dengan hal yang positif, bukan dengan hal-hal negative yang dianggap mereka “GAUL”.
Pengaruh pergaulan Pemuda masa kini juga sangat dipengaruhi oleh budaya barat yang semakin hari semakin melekat dan menjadi Trade Mark Bangsa Indonesia. Bukan hanya pemuda saja, akan tetapi pemudi pun banyak sekali yg terjerumus ke dalam budaya barat yang tidak semuanya positif. Contohnya pergaulan bebas, free sex, MBA (Married By Accident) dan masih banyak lagi. Apa itu yang kita banggakan selama ini kepada Generasi penerus bangsa? Tentu tidak!
Bahkan seharusnya Genrasi Penerus Bangsa adalah yg dapat menuntun Negara dan bangsa kita menjadi Negara yang maju dengan hal-hal positif yang kita punya. Banyak Pemuda-pemudi sekarang yg sangat kreatif, tapi lebih banyak lagi yang merusak citra bangsa. Maka dari itu, yang kreatif dan mempunyai ide dan hal-hal positif itulah yang seharusnya kita bantu. Justru kebanyakan Pemuda yang tidak mampu itulah yang lebih memiliki jiwa sosialisasi yang positif. Kebalikanya, anak seorang Gubernur atau Menteri sekalipun belum tentu dia memiliki jiwa sosialisasi terhadap bangsa kita kebanyakan dari mereka menyepelekan hal ini.
Dengan demikian seharusnya pemerintah lebih teliti lagi dan melihat para pemuda generasi bangsa. Bukan hanya sibuk dengan anggaran-anggaran Negara. Justru hal-hal sekecil ini yang seharusnya lebih di perhatikan karna akan menjadi perihatin jika di telantarkan. Karena Pemuda adalah Generasi Masa depan Bangsa kita.
Langganan:
Postingan (Atom)